I
Sejenak aku mengenang masa-masa indah penuh hasrat
saat pertama aku terkurung oleh perjumpaan yang menggelora
yang kemudian aku ikat erat dalam perjalanan waktu bersamamu
ada sekian catatan tertoreh dalam lembaran-lembaran hidupku
saat bening sorot matamu memancarkan cahaya warna-warni
laksana lukisan jiwa yang menyemburkan aneka kembang wangi
aku kalut oleh kilatan-kilatan yang menggoda kejernihan hati
terjerat dalam balutan indah pelangi yang sesak misteri
bibirmu bergerak mengukir udara melahirkan simbol-simbol sarat makna
menyajikan senyum imaji penuh tafsir bagi aku yang masih pemula
aku gugup menyambutnya karena ragu dalam menafsirkannya
sebuah sapa, sinis, atau ajak yang menggoda
dadaku mengembang luas bagai terisi gelembung buih-buih bara
bercampur rasa antara suka yang menggelora dan cemas tak terkira
kali pertama aku terguncang oleh tarian-tarian jiwa berbalut asmara
aku pun bertanya apakah aku sedang terbakar percik-percik cinta
II
Rupamu memang menawan
tak heran jika sekian jiwa telah tertawan
dalam lingkaran rasa yang mencengkeram
kini tibalah giliranku yang harus kau tanam
aku terseret dalam pusaran cinta yang melawan
bergelombang ombak menghadang di depan
tapi hasrat menggelora apa bisa ditentang
ketika dua jiwa berjalin cinta saling erat merentang
hatiku dalam hatimu
bertaut-padu dalam satu
menggenggam dunia dalam rumus baku
semua hanya untuk kamu
III
Masa bergulir menyisir jejak-jejak perjalanan
kudekap kau dalam balutan tanggung jawab yang kuperan
setelah sekian lama waktu tercipta dalam kenangan
benarkah bahwa cinta itu masih penuh berkesan
masihkah aku cinta kamu
kala rupa itu berubah ramu
menjelma dalam ragu
tak lagi seperti dulu
aku terkesima oleh sebuah tanya
di manakah letak cinta
pada raga yang rupawan
atau pada jiwa yang menawan
aku mulai ragu oleh kata cinta pertama
yang mengalir deras bagai madu diperas
benarkah aku cinta sepenuh-penuhnya
ataukah hanya pada tubuh berparas
kini aku ditimpa oleh kenyataan
diuji bertubi-tubi pengalaman
dan harus sanggup membuktikan
bahwa cinta harus tetap menawan
Sidojangkung, 25 Januari 2008
Mohammad Nurfatoni